Cakrawala Surabaya

Surabaya Ditunjuk jadi Kota Percontohan Implementasi Proyek SETI oleh Pemerintah Jerman

×

Surabaya Ditunjuk jadi Kota Percontohan Implementasi Proyek SETI oleh Pemerintah Jerman

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad

Untuk mendukung efisiensi energi dan energi terbarukan Pemkot Surabaya juga menerapkan peraturan Bangunan Gedung Hijau (BGH) atau Green Building. Adanya aturan ini, setiap pembangunan gedung di Surabaya harus memenuhi standar teknis bangunan gedung dan memiliki kinerja terukur secara signifikan, dalam menghemat air dan sumber daya melalui penerapan prinsip BGH sesuai fungsi dan klasifikasi dalam setiap penyelenggaraannya.

“Jadi ada pengelolaan tapak, mulai dari menghadap matahari, pintunya, atau desain arsitekturnya. Efisiensi penggunaan energinya, efisiensi penggunaan airnya, kualitas udara dalam ruangan, penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan sampah, hingga pengelolaan air limbahnya,” paparnya.

Penerapan Green Building juga sudah diterapkan oleh pemkot pada beberapa bangunan pemerintahan seperti Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Gedung Bappedalitbang, penggunaan solar cell di kantor pemerintah, sekolah, hingga trafficlight. Dalam mendukung efisiensi energi dan energi terbarukan, pemkot juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Benowo pertama di Indonesia.

Irvan menyampaikan, semua ini akan bisa dicapai jika dilakukan dengan cara bergotong royong, mulai dengan perguruan tinggi, unsur media, masyarakat, pihak swasta, hingga komunitas.

Dalam kesempatan ini Irvan juga menyampaikan, pemkot membuka pintu lebar bagi siapa saja yang ingin berdiskusi dan menyampaikan inovasi terkait efisiensi energi dan energi terbarukan.

“Pak Wali berharap, adanya seminar ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Silahkan bagi yang ingin berdiskusi bisa melalui Bappedalitbang untuk perencanaan, dan kami juga sempat berdiskusi dengan melibatkan Gen Z juga terkait perencanaan 20 tahunan RPJP, RPJM, hingga rencana tahunan kami juga melibatkan anak-anak muda,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *