Dia menegaskan kritik dan masukan dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses demokrasi. Karena itu, DPRD memandang dialog antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah perlu terus dijaga agar setiap kebijakan dapat berjalan lebih baik dan tepat sasaran.
“Mahasiswa adalah bagian dari kontrol sosial yang memiliki peran penting dalam mengingatkan seluruh penyelenggara negara. Aspirasi yang disampaikan secara tertib dan konstruktif tentu menjadi masukan yang berharga bagi perbaikan kebijakan publik,” tegas Cak Yebe.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Cak Yebe memastikan DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program prioritas nasional tersebut memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Menurut dia, setiap masukan yang bertujuan memperbaiki tata kelola program harus diterima sebagai bagian dari upaya penyempurnaan bersama.
“Kami akan terus mengawal berbagai program pemerintah, termasuk revitalisasi tata kelola MBG. Jika ditemukan kendala atau persoalan di lapangan, DPRD siap bersama masyarakat dan mahasiswa mendorong perbaikan demi kepentingan rakyat,” ujar mahasiswa Doktoral Ilmu Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya ini.
Selain mengapresiasi mahasiswa, dia juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polrestabes Surabaya yang mengawal jalannya aksi. Menurutnya, pendekatan yang humanis dari aparat keamanan turut menjaga suasana tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.












