“Sudah ada yang mengajukan, tapi dipakai untuk honor panitia. Itu yang kita koreksi,” ujar Eri.
Lebih jauh, ia mengakui bahwa serapan anggaran program ini masih sangat minim, bahkan belum berjalan signifikan karena proposal yang masuk belum sesuai arah kebijakan.
“Belum. Belum ada (yang berjalan maksimal), karena proposalnya masih mindset untuk panitia,” ungkapnya.
Untuk memastikan program tepat sasaran, Pemkot Surabaya menggandeng sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) sebagai mitra penyerapan hasil usaha Gen-Z. Skema ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi yang berkelanjutan.
Eri mencontohkan, bantuan bisa dimanfaatkan untuk membeli peralatan usaha seperti mesin cuci, yang kemudian digunakan untuk bisnis laundry dengan pelanggan tetap dari hotel.
“Beli mesin cuci, nanti laundry-nya diambil hotel. Jadi ada pergerakan ekonomi, tidak menganggur,” jelasnya.












