Surabaya, CakrawalaNews.co – Program pemberdayaan generasi muda di Surabaya mulai berjalan sejak Januari, namun realisasinya masih jauh dari optimal. Penyebab utamanya bukan pada anggaran, melainkan pola pikir pengajuan yang belum berubah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyoroti masih banyaknya proposal dari Gen-Z yang berorientasi pada kegiatan kepanitiaan, bukan usaha produktif.
“Masih mindset lama. Proposalnya untuk kegiatan, bukan untuk usaha. Padahal ini tidak boleh untuk panitia,” tegasnya.
Padahal, program ini dirancang untuk mendorong anak muda termasuk Karang Taruna agar mampu menciptakan usaha mandiri sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Namun dalam praktiknya, sejumlah pengajuan justru masih mengarah pada kegiatan seremonial, seperti honor panitia. Akibatnya, pencairan anggaran menjadi tertahan karena tidak sesuai dengan tujuan program.













