Karena itu, ia berharap semakin banyak ASN yang mengikuti jejak Hari Gunawan dengan terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan formal.
“Harapannya, kompetensi akademik yang dimiliki dapat membuat pelayanan terhadap masyarakat Surabaya semakin baik pada masa-masa yang akan datang,” katanya.
Menurut Fathoni, budaya belajar dan riset perlu terus dikembangkan di lingkungan birokrasi agar reformasi birokrasi tidak hanya berorientasi pada penyederhanaan prosedur, tetapi juga didukung aparatur yang memiliki kapasitas keilmuan dan mampu menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan pelayanan publik.
Dalam sidang promosi tersebut, Hari Gunawan mempertahankan disertasi berjudul “Transformational Leadership and Individual Agility: The Role of Innovative Work Behavior and Psychological Empowerment in Improving Individual Performance of Village Employees in Surabaya City.” Penelitian tersebut mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional dan kemampuan adaptasi aparatur terhadap peningkatan kinerja pegawai kelurahan melalui perilaku kerja inovatif serta pemberdayaan psikologis.
Apresiasi juga disampaikan Inspektur Kota Surabaya M. Iksan. Ia menilai keberhasilan Hari Gunawan meraih gelar doktor di usia lebih dari 50 tahun menjadi inspirasi bagi ASN untuk terus mengembangkan kompetensinya.
“Beliau usianya di atas 50 tahun, tetapi luar biasa semangatnya dan bisa menyelesaikan S3. Selain membanggakan keluarga, kami dari Pemkot Surabaya juga merasa bangga. Ini bisa memotivasi teman-teman yang lain bahwa belajar itu tidak ada batasnya,” ujar Iksan.













