Surabaya, CakrawalaNews.co – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Bagas Iman Waluyo, optimistis transformasi kawasan eks Hi-Tech Mall menjadi Surabaya Expo Center (Subec) dapat melahirkan destinasi baru yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif, menarik investasi, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di Kota Pahlawan.
Bagas menyebut, konsep yang diusung Subec dengan memadukan pusat kuliner, industri kreatif, komunitas otomotif, hingga fasilitas hiburan modern menjadi daya tarik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Konsep yang menggabungkan kuliner, industri kreatif, komunitas otomotif, hingga berbagai fasilitas hiburan modern memiliki potensi besar menjadikan Subec sebagai destinasi baru di Surabaya. Kami berharap kawasan ini mampu menarik investasi sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Bagas, Senin (13/7/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menilai pemanfaatan kembali aset eks Hi-Tech Mall merupakan langkah strategis untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Dimana kehadiran ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM dan industri kreatif dinilai dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru.

Bagas juga menyambut positif rencana soft launching Subec pada 5 Juli 2026 yang akan diramaikan konser gratis Denny Caknan.
Perpaduan antara hiburan dan aktivitas ekonomi kata Bagas, menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan kawasan baru kepada masyarakat.
“Pengunjung tidak hanya datang menikmati hiburan, tetapi juga berinteraksi dengan tenant UMKM dan produk-produk kreatif lokal. Ini menjadi momentum yang baik untuk menghidupkan kembali kawasan eks Hi-Tech Mall,” katanya.
Ia menambahkan, rencana menghadirkan fasilitas seperti arena e-sport, simulator balap, serta panggung seni akan memperluas daya tarik Subec sebagai pusat aktivitas kreatif dan hiburan yang inklusif.
Komisi B DPRD Surabaya, lanjut Bagas, siap mengawal pengembangan Subec agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan pelaku UMKM, industri kreatif, dan masyarakat Surabaya.
Menurutnya, pelaku usaha lokal harus menjadi prioritas dalam pengelolaan kawasan tersebut sehingga Subec tidak hanya menjadi pusat hiburan, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami akan mengawal agar UMKM dan pelaku industri kreatif Surabaya memperoleh ruang yang memadai untuk berkembang. Dengan begitu, Subec benar-benar menjadi pusat ekonomi baru yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa pada tahap awal, area yang dibuka meliputi basement dan lantai dasar dengan menghadirkan tenant food and beverage (F&B), pelaku usaha custom motor dan mobil, serta berbagai komunitas kreatif lokal. Pembukaan ini menjadi langkah awal dari pengembangan secara bertahap untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kreativitas.
“Insyaallah, yang dibuka lebih dulu adalah lantai basement dan lantai dasar dengan menghadirkan brand lokal Surabaya, tenant F&B, pelaku custom, serta industri kreatif. Kami ingin memperkenalkan wajah baru High Tech Mal dan menggerakkan aktivitas dari bawah terlebih dahulu,” ujar Wali Kota Eri saat meninjau progres revitalisasi gedung, Rabu (24/6/2026).
Tak hanya menghadirkan tenant baru, Pemkot Surabaya juga tengah menuntaskan pembangunan gedung pertemuan berkapasitas sekitar 3.500 meter persegi yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan, mulai dari pameran, hingga penyelenggaraan acara dalam ruangan.
“Gedung pertemuan ini insyaallah selesai pada Agustus. Luasnya sekitar 3.500 meter persegi sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan indoor, termasuk acara mantenan (pernikahan),” kata dia.
Ke depan, revitalisasi High Tech Mal juga akan menyasar lantai tiga yang dirancang sebagai ruang multifungsi, termasuk gedung pertemuan, ruang pertunjukan bagi pelajar SD dan SMP, panggung seni untuk anak usia dini (PAUD), serta area bermain yang diharapkan menjadi wadah pengembangan kreativitas generasi muda.
Pada tahap berikutnya, pengembangan lantai satu dan lantai dua akan difokuskan untuk menarik lebih banyak investor dengan menghadirkan beragam fasilitas, seperti area e-sport, simulator mobil e-sport, dan ruang kolaborasi kreatif. Menurut Wali Kota Eri, konsep tersebut sengaja disiapkan agar High Tech Mal tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang berkumpul, berkreasi, dan mengembangkan potensi anak muda di Surabaya.
“Kami ingin kawasan ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda. Jika memiliki bakat di bidang e-sport maupun kreativitas lainnya, diharapkan dapat berkembang menjadi prestasi, bukan sekadar hobi. Saat ini, komunitas maupun investor mulai berdatangan dan melihat langsung perubahan yang terjadi di kawasan ini,” ungkapnya.(ADV)













