Cakrawala BirokrasiCakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Peringati HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Ungkap Capaian dan Agenda Pembangunan

×

Peringati HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Ungkap Capaian dan Agenda Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Resepsi Peringatan HJKS ke 733
Resepsi Peringatan HJKS ke 733

Di samping itu, prevalensi stunting di Kota Surabaya juga terus mengalami penurunan hingga mencapai 0,59 persen pada 2025.

“Hingga tahun 2025, prevalensi stunting kita telah mencapai 0,59%,” ungkap Armuji.

Pada sektor pendidikan, Pemkot Surabaya terus memperluas akses pendidikan 13 tahun bagi seluruh anak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Pemkot juga memperkuat program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa serta pendidikan inklusif bagi anak difabel melalui empat Rumah Anak Prestasi (RAP). Pemberian beasiswa pemuda tangguh diberikan kepada 16.801 siswa SMA, SMK, MA serta 5.874 mahasiswa,” kata dia.

Ke depan, Armuji memastikan Pemkot Surabaya akan memprioritaskan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.

“Ke depan kita memfokuskan pada pemberian akses pendidikan yang tinggi bagi anak keluarga miskin agar pendidikan menjadi senjata untuk merubah kesejahteraan keluarga menjadi yang lebih baik,” katanya.

Armuji juga memaparkan kondisi ekonomi Surabaya yang tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga perubahan kebijakan ekonomi dunia. Menurutnya, perekonomian Surabaya pada 2025 tumbuh 5,87 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp830,54 triliun.

“Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Surabaya bergerak positif dan Surabaya tetap menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Jawa Timur,” paparnya.

Ketahanan ekonomi tersebut juga ditopang oleh inflasi yang tetap terkendali. Sepanjang tahun 2025, inflasi Surabaya tercatat sebesar 2,96%. Di sisi lain, angka kemiskinan juga terus menurun menjadi 3,56% pada 2025, lebih rendah dibanding tahun 2024 sebesar 3,96%.

“Ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Surabaya tidak hanya diarahkan untuk menciptakan angka, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *