Surabaya, CakrawalaNews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat sistem pengamanan di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo menyusul insiden kebakaran yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) lalu.
Selain menambah personel pengamanan, Pemkot juga akan menyiagakan armada pemadam kebakaran (Damkar) di sekitar akses Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai langkah antisipasi untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya bersama PT Sumber Organik (SO) selaku pengelola TPA Benowo.
Evaluasi tidak hanya membahas penanganan pascakebakaran, tetapi juga memperkuat sistem mitigasi risiko dan pengamanan di kawasan yang menjadi salah satu aset vital milik pemerintah daerah.
Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser, mengatakan evaluasi terhadap operasional TPA Benowo selama ini sebenarnya dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Evaluasi meliputi aspek keamanan, volume sampah, hingga pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP).













