Eri membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk pejabat struktural di lingkungan Pemkot Surabaya.
“Saya juga sudah menyampaikan, kalau ada yang terlibat di pimpinannya, Kabid (Kepala Bidang), Kadis (Kepala Dinas), ya sampaikan saja. Ini harus diselesaikan,” tegasnya.
Menurut Eri, praktik semacam itu tidak hanya berkaitan dengan dugaan pelanggaran oleh individu, tetapi juga dapat berdampak pada citra DPKP Surabaya yang selama ini mendapat kepercayaan masyarakat.
Karena itu, ia meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.
“Saya tidak pernah main-main dalam menindak anak-anak pemkot yang berani melakukan pungli. Saya juga menyayangkan jika sampai rekan-rekan Damkar Surabaya tercoreng citranya gara-gara masalah ini. Selama ini Damkar sering diandalkan oleh warga Surabaya dan bekerja dengan totalitas,” ujarnya.
Selain pemeriksaan terhadap pihak yang disebut dalam laporan, Eri meminta seluruh kepala perangkat daerah (PD) memperkuat pengawasan internal.
Evaluasi dinilai perlu dilakukan agar praktik serupa tidak terjadi di lingkungan kerja masing-masing.
“Mohon maaf jika masih ada kejadian seperti ini. Saya meminta seluruh kepala dinas melakukan evaluasi dan monitoring secara serius. Jangan sampai ada anak buahnya yang melakukan pungli,” tuturnya.
Eri juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi jika menemukan dugaan pungli dalam pelayanan atau proses yang berkaitan dengan Pemkot Surabaya.













