Surabaya, CakrawalaNews.co – Akses menuju tambak menjadi salah satu titik utama konflik lahan di kawasan Keputih, Surabaya.
Di tengah perbedaan pandangan warga dan pengembang mengenai status lahan, Komisi C DPRD Surabaya mendorong agar jalur yang digunakan nelayan dan warga tetap bisa dilalui secara permanen.
Persoalan tersebut dibahas dalam hearing Komisi C DPRD Surabaya pada Rabu, 23 September 2026.
Selain akses tambak, rapat juga membahas status lahan di sekitar saluran air serta area yang dipersoalkan warga sebagai sempadan.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Josiah Michael mengatakan, terdapat perbedaan pemahaman antara warga dan pengembang mengenai jalur yang selama ini digunakan untuk menuju tambak.
“Kalau menurut saya ada ketidakpahaman warga tentang kondisi di lapangan. Jadi warga menganggap bahwa wilayah jalur sempadan sungai yang biasa mereka lalui selama turun-temurun itu masih menjadi hak mereka,” kata Josiah saat Hearing di Komisi C pada Rabu, 23 September 2026.
Menurut Josiah, informasi yang muncul dalam rapat menyebut PT Taman Timur memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) hingga ke bibir saluran.
Karena itu, ia menilai area tersebut berada dalam penguasaan pengembang.
“Padahal pihak developer memiliki SHGB hingga ke bibir sungai. Jadi kalau kita boleh artikan itu adalah tanah pekarangan,” ujarnya.
Meski demikian, Josiah mengatakan status lahan bukan satu-satunya persoalan yang harus diselesaikan.
Menurutnya, akses warga menuju tambak perlu mendapat kepastian agar tidak menimbulkan persoalan serupa di kemudian hari.
“Jadi itu yang berusaha kita berikan pemahaman ke warga dan nanti kita bantu cari solusinya,” katanya.
Dalam rapat, pengembang disebut telah menyediakan akses di sisi selatan kawasan.
Namun, warga masih mengkhawatirkan jalur tersebut dapat ditutup sewaktu-waktu.
“Kalau warga kekhawatirannya adalah akses yang lewat tanah dari PT itu yang akan ditutup oleh pengembang. Jadi nanti kita akan bantu supaya ini bisa permanen untuk menjadi jalan jalur permanen untuk nelayan, untuk warga itu tadi,” jelasnya.













