DPRD Surabaya

DPRD Surabaya: Ada Perubahan Paradigma Birokrasi di Lomba Kampung Pancasila

×

DPRD Surabaya: Ada Perubahan Paradigma Birokrasi di Lomba Kampung Pancasila

Sebarkan artikel ini
Eri Irawan
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan. (Shinta/CakrawalaNews)

Menurutnya, konsep Kampung Pancasila dibangun melalui empat pilar, yakni lingkungan, ekonomi, sosial budaya, dan kemasyarakatan.

Keempat pilar tersebut menunjukkan bahwa persoalan di tingkat kampung saling berkaitan sehingga tidak bisa ditangani oleh satu sektor saja.

”Keempat pilar tersebut menggambarkan bahwa persoalan di tingkat kampung bersifat multidimensional sehingga membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah dan masyarakat secara terpadu,” jelas Eri.

Persoalan sampah menjadi salah satu contoh.

Melalui pilar lingkungan, warga didorong mengubah kebiasaan dengan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

”Kampung Pancasila menjadi momentum tepat untuk menggelorakan gerakan mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya. Ini penting karena sampah yang tak terkelola dengan baik akan menimbulkan beban baru di TPA. Sampah organik yang tak terkelola baik juga bisa menghasilkan gas metana yang memperparah krisis iklim,” papar Eri Irawan.

Persoalan kesehatan dan sosial juga menjadi bagian dari cakupan program.

Penanganan persoalan keluarga, kesehatan balita dan ibu hamil hingga penyakit tuberkulosis (TBC) dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan satu sektor pemerintahan.

Pada pilar kemasyarakatan, warga didorong menghidupkan kembali gotong royong.

Salah satunya melalui sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan berbagai bentuk partisipasi warga dalam menjaga keamanan serta ketertiban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *