Surabaya, CakrawalaNews.co – Ceplas-ceplos, berani sampaikan pendapat, hingga mudah berkumpul dan saling bantu.
Sejumlah karakter yang lekat dengan kehidupan warga Surabaya itu bukan sekadar gambaran yang mencuat begitu saja, tetapi punya nilai-nilai yang membentuknya menjadi budaya.
Karakter inilah yang kini disebut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat membahas Lomba Kampung Pancasila.
Eri menyebut budaya Arek menjadi salah satu modal sosial yang sudah melekat dalam kehidupan warga Surabaya.
“Insyaallah saya yakin itu bisa terwujud dengan kampung Pancasila dan lomba ini. Karena sejatinya Surabaya memiliki budaya arek yang memang saling menolong dan saling gotong royong,” ujar Eri Cahyadi di Technical Meeting (TM) Lomba Kampung Pancasila, Rabu, 15 September 2026.
Lantas, seperti apa karakter Budaya Arek jika dilihat dari jejak penelitian ilmiah?
Memandang Orang Lain Setara
Sejumlah kajian tentang budaya Arek mencatat karakter yang bersifat egaliter dan demokratis.
Sederhananya, egaliter berarti memandang orang lain secara setara dan tidak menjadikan status sosial sebagai jarak dalam berinteraksi.
Karakter ini tertuang dalam penggunaan bahasa Jawa dialek Arekan yang cenderung lugas.













