Ada pula istilah bondonekat yang kerap digunakan untuk menggambarkan keberanian khas Arek.
Secara sederhana, karakter ini merujuk pada sikap berani menghadapi tantangan dan tidak mudah mundur ketika berhadapan dengan persoalan.
Nilai keberanian tersebut menjadi salah satu karakter yang tercatat dalam pembahasan ilmiah mengenai masyarakat Arek, bersama dengan nilai keterbukaan dan solidaritas.
Budaya Arek dan Kampung Pancasila
Karakter-karakter di atas kemudian punya kaitan dengan konsep Kampung Pancasila yang dikembangkan Pemkot Surabaya.
Nilai saling bantu, keterbukaan, keberanian menyelesaikan persoalan, dan kebiasaan cangkruk, biasa diterapkan dalam kehidupan kampung.
Dalam konteks pemerintahan, hubungan antara warga dan pemerintah juga tak cuma ditempatkan sebagai hubungan pelayanan.
Anggota DPRD Surabaya Eri Irawan menyebut Kampung Pancasila dapat menjadi ruang bagi warga untuk terlibat langsung dalam pembangunan.
“Dengan demikian, hubungan pemerintah dan masyarakat tidak berhenti pada relasi pelayanan, tetapi menjadi relasi kolaborasi. Dalam administrasi publik modern, Kampung Pancasila ini praktik konkret perubahan paradigma birokrasi, dari sekadar mengelola pemerintahan untuk warga menjadi mengelola pemerintahan bersama warga, di mana masyarakat ditempatkan sebagai mitra sekaligus pelaku pembangunan,” jelas anggota DPRD Surabaya Eri Irawan, Jumat, 18 Agustus 2026.
Dengan begitu, penyebutan Budaya Arek dalam Lomba Kampung Pancasila tak cuma berkaitan dengan identitas atau kebiasaan warga Surabaya.













