Surabaya, CakrawalaNews.co – Bukan cuma soal kampung yang terlihat bersih.
Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya menilai berbagai hal mulai dari pengelolaan sampah, keamanan lingkungan, kemandirian ekonomi warga, hingga kehidupan sosial dan budaya.
Sebanyak 1.360 Rukun Warga (RW) mengikuti technical meeting (TM) sekaligus sosialisasi lomba yang digelar bertahap di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, pada 12-13 September 2026.
Rangkaian kompetisi berlangsung mulai September hingga Desember 2026.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila tingkat kota sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan penilaian lomba bertumpu pada empat pilar.
Keempatnya adalah lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya.
“Lomba Kampung Pancasila basis penilaiannya pada empat pilar. Pertama terkait dengan pilar lingkungan, pilar kemasyarakatan, pilar ekonomi, dan pilar sosial budaya,” kata Irvan.
Pilar Lingkungan
Pada aspek lingkungan, pengurangan sampah menjadi salah satu perhatian utama. Warga diharapkan sudah memilah sampah sejak dari rumah sebelum sampah tersebut dikelola lebih lanjut.
“Artinya, dari rumah tangga itu sudah diharapkan setiap rumah tangga yang ada di masing-masing warga di level RT maupun RW sudah melakukan pemilahan,” ujarnya.
Penilaian tidak hanya melihat kondisi lingkungan secara fisik, tetapi juga kebiasaan warga dalam mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya.
Pilar Kemasyarakatan
Pilar kemasyarakatan berkaitan dengan keamanan dan kepedulian warga terhadap kondisi kampung.
Beberapa indikator yang diperhatikan antara lain pengaturan jadwal keamanan, keberadaan kamera pengawas atau CCTV, serta upaya menciptakan kampung yang aman dari pencurian kendaraan bermotor.
Aspek ini sejalan dengan target Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar lomba menghasilkan perubahan yang benar-benar terasa dalam kehidupan warga.
“Saya berharap output dan outcome dari lomba Kampung Pancasila ini adalah perubahan kampung yang aman, kampung yang tidak ada pencurian motor, kampung yang bisa ramah anak dan perempuan, kampung yang sejahtera,” harapnya.
Pilar Ekonomi













