Cakrawala Surabaya

Penilaian dan Tahapan Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya yang Harus Dipahami Peserta

×

Penilaian dan Tahapan Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya yang Harus Dipahami Peserta

Sebarkan artikel ini
Eri
Peluncuran Lomba Kampung Pancasila 2026 di Surabaya yang dipimpin Wali Kota Eri Cahyadi.

Pilar ekonomi melihat sejauh mana warga membangun kemandirian sekaligus saling membantu ketika ada persoalan ekonomi di lingkungan.

Salah satu yang diperhatikan adalah keberadaan donatur atau donasi yang dapat digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat kampung juga menjadi bagian dari penilaian.

Menurut Irvan, kekuatan ekonomi warga tidak hanya dilihat dari aktivitas usaha, tetapi juga dari kepedulian terhadap warga lain.

“Artinya, di level RT dan RW bagaimana warga yang mampu bisa membantu warga yang kurang mampu. Itu filosofinya,” tegasnya.

Pilar Sosial Budaya

Pilar keempat mencakup kualitas kehidupan sosial dan budaya warga.

Penilaiannya antara lain berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, serta perhatian terhadap anak yang putus sekolah.

Wali Kota Eri menekankan bahwa kepedulian tersebut perlu tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Warga yang memiliki kelebihan diharapkan dapat membantu warga lain yang sedang mengalami kekurangan.

“Ketika dia punya kelebihan, maka dia membantu orang yang punya kekurangan di kampung RW itu. Sosial budaya, bagaimana menggerakkan jiwa sosialnya untuk menjaga lingkungannya, kerja bakti dan lain-lain,” ujar Cak Eri, sapaan lekat Wali Kota Surabaya.

Menurut Eri, semangat tersebut bukan hal baru bagi masyarakat Surabaya.

Ia mengaitkannya dengan budaya arek yang lekat dengan sikap saling membantu dan gotong royong.

“Insyaallah saya yakin itu bisa terwujud dengan kampung Pancasila dan lomba ini. Karena sejatinya Surabaya memiliki budaya arek yang memang saling menolong dan saling gotong royong,” ujarnya.

Karena itu, Eri mengingatkan agar lomba tidak dipandang hanya sebagai ajang mencari juara.

Kebiasaan memilah sampah, membantu warga yang membutuhkan, serta menjaga lingkungan dan kehidupan sosial justru menjadi tujuan yang ingin dibangun melalui program tersebut.

“Maka kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, kita harus bisa memilah sampah. Yang kedua, kalau terkait dengan ekonomi, bagaimana rasa gotong royong dan saling tolong-menolong itu muncul di hati warga Surabaya,” kata Wali Kota Eri, Selasa, 15 September 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *