Cakrawala Surabaya

Penilaian dan Tahapan Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya yang Harus Dipahami Peserta

×

Penilaian dan Tahapan Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya yang Harus Dipahami Peserta

Sebarkan artikel ini
Eri
Peluncuran Lomba Kampung Pancasila 2026 di Surabaya yang dipimpin Wali Kota Eri Cahyadi.

Dari 1.360 RW Menuju 165 Besar

Kompetisi Kampung Pancasila 2026 tidak langsung menentukan pemenang dari 1.360 RW.

Ada beberapa tahapan yang harus dilewati, mulai dari peluncuran, pendaftaran secara daring, seleksi administrasi, hingga verifikasi lapangan.

“Jadi di tahapan itu ada launching, pendaftaran secara online dan seleksi administrasi,” katanya.

Seleksi administrasi salah satunya menggunakan data dari aplikasi Sayang Warga.

Selama ini, Ketua RT dan Ketua RW melakukan self assessment, yakni penilaian mandiri mengenai kondisi wilayahnya setiap bulan melalui aplikasi tersebut.

“Nah, seleksi administrasi ini salah satunya terkait dengan isian pada aplikasi Sayang Warga,” terang Irvan.

Hasil penilaian mandiri itu kemudian menghasilkan scoring atau nilai yang menjadi salah satu dasar dalam proses seleksi.

Setelah tahap tersebut, penilaian dilanjutkan melalui verifikasi lapangan.

“Verifikasi lapangan ini langsung dilakukan oleh tim juri dari perangkat daerah (PD) pemerintah kota, akademisi, media, dan praktisi,” tuturnya.

Dari 1.360 RW, verifikasi lapangan pertama akan menyaring peserta menjadi 500 RW terbaik.

Sebanyak 500 RW tersebut kemudian menjalani verifikasi lapangan kedua untuk menentukan 200 RW terbaik.

“Setelah terverifikasi menjadi 500 RW terbaik, maka akan ada verifikasi lapangan kedua dimana untuk menyaring menjadi 200 RW yang menjadi terbaik atau juara,” jelas Irvan.

Dari 200 RW tersebut, peserta kemudian dibagi berdasarkan kategori RW A dan RW B. RW A diperuntukkan bagi wilayah yang memiliki lebih dari 10 RT, sedangkan RW B untuk wilayah dengan jumlah kurang dari 10 RT.

Tahapan ini menjadi bagian dari proses menuju 165 besar RW.

Irvan menegaskan seluruh pilar tetap diperhitungkan dalam penilaian.

Namun, lingkungan dan ekonomi memiliki bobot paling besar karena dinilai berkaitan langsung dengan perubahan kebiasaan dan kemandirian warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *