Surabaya, CakrawalaNews.co – Temuan jeruk berbelatung dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Tandes Kidul 1 Surabaya dinilai tak cukup diselesaikan dengan mengganti makanan yang bermasalah.
DPRD Surabaya meminta persoalan tersebut ditelusuri dari sumber bahan pangan hingga makanan diterima siswa.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Dr. Michael Leksodimulyo mendorong investigasi menyeluruh untuk memastikan titik persoalan dalam rantai penyediaan makanan MBG.
Menurutnya, pemeriksaan perlu mencakup bahan pangan yang diterima, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.
“Ketika kejadian temuan jeruk berbelatung pada program MBG di SDN Tandes Kidul 1 dan juga makanan MBG di Wiyung untuk SMA Muhammadiyah, maka saya sebagai anggota Komisi D, DPR di Surabaya, saya meminta dilakukan investigasi menyeluruh terhadap temuan seperti kayak temuan makanan jeruk berbelatung. Kemudian dari sumber pemasok itu juga harus diikuti,” kata Michael di DPRD Surabaya pada Selasa, 15 September 2026.
Ia menilai proses penerimaan bahan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga makanan sampai ke tangan siswa perlu diperiksa secara utuh.
Pemeriksaan tersebut mencakup penyimpanan, pengolahan, serta distribusi makanan ke sekolah.
“Proses penerimaan bahan dari SPPG sampai ke penyimpanannya bagaimana, pengolahannya sampai ke distribusi sekolah, itu satu,” ujarnya.
Selain menelusuri rantai penyediaan, Imam meminta pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dibagikan kepada siswa.













