Dinas Kesehatan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai perlu memastikan makanan yang dikonsumsi siswa aman dan tidak terkontaminasi.
“Yang kedua, meminta Dinas Kesehatan itu bersama BGN, melakukan pemeriksaan dan apabila dilakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan, buah, dan memastikan bahwa apa yang dimasukkan di mulut siswa itu tidak terkontaminasi,” tegasnya.
Perhatian khusus juga diberikan pada bahan pangan berupa buah segar.
Michael menilai jenis bahan tersebut memiliki risiko lebih mudah rusak apabila penanganan dan penyimpanannya tidak sesuai.
“Yang ketiga, memperketat SOP pemeriksaan bahan pangan, khususnya buah segar. Buah rawan sekali untuk menjadi busuk kalau penyimpanan buah itu tidak tepat,” katanya.
Untuk mencegah persoalan serupa sulit ditelusuri, Imam juga meminta adanya pencatatan bahan pangan secara jelas.
Sistem tersebut diperlukan agar asal bahan, waktu pengambilan, hingga riwayat penyimpanannya dapat diketahui.
“Kemudian menerapkan sistem pencatatan dan ketelusuran bahan pangan. Jadi bahan pangan ini ngambilnya dimana, sudah berapa lama, dan sebagainya,” jelasnya.
Pengawasan juga dinilai tidak cukup dilakukan melalui pemeriksaan rutin.













