Surabaya, CakrawalaNews.co | Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Surabaya meminta pertumbuhan ekonomi Surabaya yang mencapai 7,28 persen pada triwulan I 2026 tidak berhenti sebagai capaian statistik.
Dalam pandangan umum Fraksi PKS terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Surabaya Tahun Anggaran 2026, anggota Fraksi PKS DPRD Surabaya Faris Abidin menegaskan pertumbuhan ekonomi harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah.
Menurut Faris, capaian pertumbuhan ekonomi Surabaya yang lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur sebesar 5,96 persen dan nasional 5,61 persen memang patut diapresiasi. Namun, angka tersebut harus dikawal agar memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
“Pertumbuhan ekonomi tersebut tidak hanya angka di atas kertas, tetapi juga harus berdampak nyata bagi masyarakat grassroot,” tegas Faris dalam penyampaian pandangan umum Fraksi PKS pada Jumat (28/8/2026).
Ia menyebut sejumlah kelompok yang harus menjadi perhatian pemerintah, mulai dari pekerja, pedagang kecil, pelaku usaha mikro dan kecil, pengemudi transportasi daring hingga para pencari kerja.
Faris mendorong kebijakan fiskal dalam Perubahan APBD 2026 diarahkan untuk memperkuat produktivitas dan pendapatan masyarakat berbasis keluarga.
Selain itu, Pemkot Surabaya dinilai perlu memperluas fasilitasi bagi usaha mikro dan kecil, terutama dalam aspek permodalan, pemasaran serta peningkatan keterampilan.
“Termasuk mengurangi kesenjangan ekonomi dengan meringankan beban warga rakyat kecil di tengah kenaikan harga dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, PKS juga menyoroti kemampuan Pemerintah Kota Surabaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).













