Cakrawala Politik&PemerintahanCakrawala SurabayaDPRD Surabaya

Air Mandiri di Perumahan Elite Disorot DPRD Surabaya, Buleks: Mestinya Pakai PDAM

×

Air Mandiri di Perumahan Elite Disorot DPRD Surabaya, Buleks: Mestinya Pakai PDAM

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono

Surabaya, CakrawalaNews. co | Pengelolaan air mandiri di sejumlah kawasan perumahan elite Surabaya kembali menjadi sorotan DPRD Kota Surabaya. Dewan menilai pengembang seharusnya mulai mengutamakan layanan Perumda Air Minum Surya Sembada (PDAM) Surabaya, terlebih kapasitas penyediaan air bersih saat ini dinilai semakin memadai.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Budi Leksono, menilai penggunaan layanan PDAM bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga berkaitan dengan kontribusi pengusaha terhadap pemerintah kota.

Sebagai perusahaan daerah, PDAM memiliki fungsi pelayanan publik sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah.

“Kalau terkait pemerintah kota ini butuh yang namanya pendapatan, karena ini perusahaan daerah. Mestinya tingkat kesadaran dari para pengusaha itu tetap memakai fasilitas PDAM. Apa pun yang terjadi,” kata Buleks, Rabu (26/8/2026).

Kapasitas PDAM Dinilai Sudah Berubah

Budi menilai alasan pengembang masih menggunakan sumber air mandiri karena PDAM sebelumnya dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan kawasan sudah tidak relevan.

Ia mengatakan kapasitas pengelolaan air PDAM Surabaya kini jauh lebih berkembang dibandingkan sebelumnya. Terlebih, pengelolaan air yang dahulu melibatkan perusahaan seperti Cacatirta disebut telah kembali ke Surabaya.

“Saya yakin dengan pembangunan yang sekarang ini PDAM mampu. Kalau dulu memang dibilang tidak mampu, memakai fasilitas perusahaan Cacatirta yang dimiliki oleh BMN itu kan sudah dikembalikan ke Surabaya. Sehingga benar-benar Surabaya bisa mengelola sendiri,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Budi meminta PDAM melakukan pendataan terhadap kawasan perumahan maupun tempat usaha yang masih menggunakan sumber air sendiri.

Menurutnya, data tersebut penting untuk mengetahui seberapa besar volume air yang dimanfaatkan masing-masing pengelola.

“Kita cek saja berapa kubik yang dia dapat. Ini PDAM harus punya data,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *