Budi mengaku menemukan sejumlah tempat usaha yang masih mengandalkan sumur yang dikelola sendiri. Namun, ia memilih tidak mengungkapkan nama-nama usaha tersebut.
“Saya memang menjumpai beberapa tempat. Cuma saya tidak mau menyebutkan beberapa tempat usahanya pakai sumur yang dikelola,” katanya.
Pengembang Diminta Tak Hanya Andalkan Infrastruktur Sendiri
Menurut Buleks, perkembangan teknologi pengelolaan air seharusnya membuat alasan untuk mempertahankan sistem air mandiri dievaluasi kembali.
Ia juga menilai pengembang perumahan berskala besar tidak semestinya hanya mengandalkan kemampuan sendiri dalam menyediakan seluruh kebutuhan infrastrukturnya.
Baginya kawasan perumahan yang berada dan beroperasi di wilayah Surabaya tetap harus memiliki kontribusi terhadap pemerintah kota.
“Mereka-mereka yang punya perumahan memberikan kontribusi kepada pemerintah kota. Bukan terus harus mandiri,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan layanan publik yang disediakan pemerintah merupakan salah satu bentuk kontribusi pengusaha terhadap daerah.
“Apapun upayanya, ini harus ada. Mereka yang punya perumahan memberikan kontribusi kepada pemerintah kota,” tegas Budi.
Ia pun mendorong adanya sistem yang jelas dan transparan antara penyediaan layanan publik dengan kontribusi yang diberikan pelaku usaha.
“Sudah ada sistem yang diberikan oleh pemerintah kota yang secara transparan. Yang diberikan, ini cuma sharing. Sehingga dia memberikan kontribusi,” kata Politisi PDI Perjuangan.













