“Kita komunikasi dengan distributor, kemudian kita hubungkan dengan para pedagang atau UMKM kita. Jadi lebih memutus rantai pasoknya supaya gak terlalu panjang,” katanya.
Meski dampak kenaikan harga plastik belum sepenuhnya dirasakan secara luas, Pemkot memilih mengambil langkah lebih awal sebagai bentuk mitigasi.
“Sebenarnya untuk keluhan belum terlalu banyak, tapi kita tetap antisipasi karena kita kan tidak tahu perkembangan ke depan seperti apa,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Surabaya berharap pelaku UMKM tetap mampu menjaga produksi dan stabilitas harga, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu.
“Kita berusaha terus mendampingi, terutama di UMKM, supaya tetap bisa jalan, produksi bisa terus, harga juga tidak naik, supaya daya beli masyarakat juga tidak menurun. Kemudian pendapatan mereka juga tetap stabilPemkot Surabaya Siapkan Langkah Antisipasi Kenaikan Harga Plastik, UMKM Didampingi
SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya mulai mengambil langkah antisipatif menyusul kenaikan harga plastik global yang berdampak pada biaya produksi pelaku usaha, khususnya UMKM.
Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag), Pemkot memastikan pengawasan pasar hingga pendampingan pelaku usaha terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga.
Kepala Dinkopumdag Surabaya, Mia Santi Dewi, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring rutin terhadap harga dan ketersediaan barang di pasar sebagai langkah awal pengendalian.
“Dinas Koperasi UMKM serta Perdagangan Kota Surabaya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi, monitoring harga dan ketersediaan secara rutin. Kemudian melakukan pendampingan pada UMKM di lapangan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).













