Surabaya, CakrawalaNews.co – Pemerintah Kota Surabaya mulai mengambil langkah antisipatif menyusul kenaikan harga plastik global yang berdampak pada biaya produksi pelaku usaha, khususnya UMKM.
Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag), Pemkot memastikan pengawasan pasar hingga pendampingan pelaku usaha terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga.
Kepala Dinkopumdag Surabaya, Mia Santi Dewi, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring rutin terhadap harga dan ketersediaan barang di pasar sebagai langkah awal pengendalian.
“Dinas Koperasi UMKM serta Perdagangan Kota Surabaya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi, monitoring harga dan ketersediaan secara rutin. Kemudian melakukan pendampingan pada UMKM di lapangan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Selain pengawasan, Pemkot juga mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan melakukan inovasi, terutama dalam penggunaan kemasan alternatif yang lebih efisien.
“Jadi kita mencoba mendampingi untuk inovasi kemasan di UKM, tidak lagi dengan plastik, tapi dengan bahan-bahan lain yang bisa menekan biaya produksinya,” imbuhnya.
Upaya lain yang dilakukan adalah mendorong perubahan pola distribusi dan penjualan, seperti mengurangi penggunaan kemasan kecil berbahan plastik dan beralih ke penjualan dalam jumlah lebih besar.
“Jadi kalau terkait dengan perdagangan pada umumnya ya mungkin kuantitas jual itu tidak lagi dikemas kecil-kecil. Tapi yang memang paling signifikan itu perubahan kemasan yang harus mulai dilakukan,” jelas Mia.
Di sisi distribusi, Pemkot juga aktif menjalin komunikasi dengan distributor untuk mempersingkat rantai pasok, sehingga harga bahan baku dapat ditekan di tingkat pelaku usaha.












