“Perusahaan harus memiliki aturan yang jelas terkait penghentian sementara aktivitas kerja di ketinggian ketika kondisi cuaca membahayakan. Kebijakan keselamatan kerja harus tegas dan dijalankan dengan pengawasan yang ketat,” tegasnya.
Ia menilai, inspeksi rutin terhadap penggunaan gondola, kelayakan alat, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prosedur mitigasi cuaca perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan standar K3 benar-benar dijalankan di lapangan.
Komisi D DPRD Surabaya kata Malik juga mendorong koordinasi antara pemerintah kota dengan instansi pengawas ketenagakerjaan untuk memperkuat sistem pengawasan, khususnya pada gedung bertingkat yang melakukan pekerjaan perawatan rutin.
Malik berharap evaluasi dan penguatan pengawasan K3 dapat menjadi langkah preventif, sehingga aktivitas pekerjaan berisiko tinggi di Surabaya berjalan sesuai ketentuan dan mengutamakan keselamatan pekerja.













