Achmad juga meminta Pemkot untuk menggandeng RT/RW dan kelompok masyarakat dalam menjaga saluran air agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah rumah tangga.
“Kesadaran warga tetap kunci utama. Tapi pemerintah juga harus hadir lewat edukasi dan penegakan aturan yang konsisten. Jangan hanya imbauan, perlu tindakan tegas bagi yang membuang sampah ke sungai,” katanya.
Dengan perencanaan yang lebih matang dan evaluasi menyeluruh, DPRD berharap sistem pengendalian genangan di Surabaya benar-benar siap menghadapi puncak musim hujan akhir tahun ini.
“Kita ingin Surabaya siap, tidak lagi hanya reaktif ketika genangan sudah terjadi. Semua titik rawan harus dipetakan dan ditangani secara terpadu,” pungkas Achmad.












