Penurunan ini, menurutnya, menjadi sinyal bahwa Pemkot mulai realistis karena target dua tahun terakhir tidak pernah tercapai.
“Kalau kita lihat, 2024 target Rp11,3 triliun tapi hanya terealisasi Rp10 triliun. Tahun 2025 targetnya Rp12,3 triliun, optimisnya Pemkot 11,6 triliun, tapi bisa jadi realisasinya hanya 10,5 triliun. Artinya ada ketidaktercapaian dua tahun berturut-turut,” kata Aning, Rabu (17/9/2025).
Dalam KUA-PPAS 2026, lanjutnya, alokasi utang Rp2,9 triliun mayoritas diarahkan untuk pembangunan saluran irigasi dan pembebasan lahan. Namun, ia menegaskan bahwa rencana utang sebesar itu tidak boleh sampai mengorbankan program prioritas kerakyatan.












