CakrawalaNews.co – Banjir yang terjadi di Surabaya Barat beberapa hari lalu bukan semata disebabkan oleh kurangnya proyek drainase, melainkan lebih pada faktor cuaca ekstrem yang terjadi hampir merata di sejumlah wilayah.
“Kalau melihat data dari BMKG, hujan kemarin memang merata, bahkan sampai Jawa Tengah. Debit air sangat tinggi dan Surabaya ini kan daerah hilir, di utara terkena aliran Bengawan Solo, di selatan dari Brantas. Jadi muaranya bertemu di Surabaya,” jelas Achmad Nurdjayanto, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya ketika ditemui dirunag komisi C DPRD Surabaya, Senin (18/03/2025).
Namun, ia menilai bahwa penanganan banjir oleh Pemkot Surabaya sudah menunjukkan hasil positif. “Banjirnya kemarin tidak sampai lebih dari enam jam, sudah surut. Artinya, program pemerintah sudah berjalan cukup baik,” katanya.
Terkait dengan proyek drainase di wilayah Surabaya Barat yang belum sepenuhnya terhubung, Achmad mengakui memang masih ada konektivitas yang belum rampung.
“Beberapa proyek memang belum terkoneksi penuh. Tapi meski belum 100 persen, tingkat banjir sudah mulai terurai. Harapannya, di tahun 2025 nanti semua bisa diselesaikan,” tegasnya Wakil Ketua Pansus Pengedalian Banjir DPRD Kota Surabaya ini.
Achmad juga menyoroti pentingnya normalisasi sungai untuk mengatasi sedimentasi yang tinggi. “Normalisasi dan pembersihan sedimentasi harus terus dilakukan agar kapasitas sungai tetap optimal.” sebutnya.












