Sementara itu, HSE Officer PT Nindya Karya, Arly, menyatakan pihaknya bersyukur karena pertemuan dengan warga yang difasilitasi DPRD telah menghasilkan solusi terbaik.
“Alhamdulillah sudah ada jalan keluar yang positif dan akan kami jalankan sebagaimana mestinya. Kami juga selalu terbuka terhadap laporan warga. Ketika ada keluhan dari Ibu Lurah, kami langsung melakukan inspeksi ke lokasi,” ujar Arly.
Arly menjelaskan bahwa setelah inspeksi terhadap tiga rumah yang terdampak, pihaknya berencana membangun saluran air atau drainase dengan kedalaman 40-60 cm. Sementara rumah yang berhimpitan dengan pagar pembatas akan dipoles atau diplester dari dalam untuk mengurangi dampak awal, sembari mencari solusi jangka panjang.
Ia juga mengungkapkan bahwa telah dibentuk grup koordinasi antara kontraktor dan warga RW 1 guna menampung keluhan yang muncul.
Terkait perizinan proyek, Arly menyebut bahwa prosesnya masih berlangsung. “Karena pembangunan hotel ini memiliki kapasitas di atas 200 kamar, maka perizinannya harus melalui kementerian. Saat ini sedang dalam proses. Pembangunan hotel tersebut ditargetkan rampung pada Juni-Juli 2026,” katanya.
Ditemui seusai pertemuan Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurdjayanto, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya di lokasi bertujuan menindaklanjuti keluhan warga Gunungsari terkait dampak proyek.
“Kami datang ke sini untuk memfasilitasi pertemuan warga dengan kontraktor, yakni PT Nindya Karya. Alhamdulillah, akhirnya ada titik terang,” ujarnya.













