“Saya mengamini. Tetapi catatannya harus disesuaikan dengan masa kepemimpinan. Ya sekira 5 tahun, sesuai dengan masa jabatan. Jadi, jangan malah menjadi blunder, Menjadi beban kepemimpinan periode berikutnya,” ujar anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya yang membidangi keuangan ini, Ketika dikonfirmasi Selasa (24/12) kemarin.
Politisi yang akrab disapa Buleks ini melanjutkan, jika memang pemkot Surabaya harus berhutang maka seyogyanya utang tersebut harus tertutup ketika masa pemerintahannya berakhir.
“Jadi, hitung-hitungannya kalau seumpama saya mau hutang, jangka waktunya harus sesuai dengan masa jabatan saya berakhir, ini (Hutang) harus tertutup. Contoh kalau kita menjabat pasti butuh waktu, kalau ditinggali hutang justru tidak bisa berfikir jernih,” tuturnya.
oleh karena itu, lanjut Buleks dirinya berharap ada skema lain yang bisa ditempuh Pemkot Surabaya agar upaya-upaya strategis tidak menjadi beban pada pemimpin selanjutnya.













