Tubagus pun mempertanyakan urgensi dari langkah pemkot mengajukan hutang yang nilainya mencapai hingga Rp 5 Triliun. “Kebutuhannya apa, maka sangat mendesak sehingga terburu-buru mau hutang, atau mungkin ada yang lain?” tanyanya.
Ia mengingatkan bahwa beban bunga dan biaya-biaya administrasi yang lain nantinya malah bisa membebani kota Surabaya di kemudian hari.
“Kita tahu juga bahwa kita sudah ada pajak kendaraan bermotor itu kan sudah 70 persen ke daerah ke kota dan kabupaten. Nah, itu kan juga menjadi pendapatan yang tinggi juga buat kota Surabaya maka, urgensinya apa saya pertanyakan dulu?,” ungkapnya.
Ketika disinggung soal kebutuhan infratruktur Tubagus mengatakan bahwa, dengan kekuatan APBD tahun 2025 yang sudah mencapai angka Rp 12 triliun maka, pembangunan di kota Surabaya bisa berjalan.













