“Ketika ekonomi kerakyatan digerakkan, maka lahirlah rumah padat karya, baik di bidang laundry, di bidang jahit, di bidang magot, juga di bidang kafe shop dan lainnya. Itu semua dikerjakan oleh para MBR, dan bahkan warga yang belum punya pekerjaan juga kita carikan pekerjaan, kita bisa kolaborasikan, sehingga kekuatan inilah yang bisa menjadikan Surabaya mendapatkan penghargaan ini,” ujarnya.
Meskipun sudah mendapatkan penghargaan Penggerak Koperasi Terbaik se-Indonesia, namun Wali Kota Eri mengaku tidak akan cepat puas diri. Bahkan, ia mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk terus memajukan koperasi di Kota Pahlawan.
“Ke depan, semua UMKM di Surabaya akan dinaungi oleh koperasi seperti yang digagas oleh Bung Hatta,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa sejak dulu zaman sebelum kemerdekaan hingga zaman kemerdekaan dan hingga saat ini, koperasi itu adalah kebersamaan dan gotong royong, sehingga kalau satu berhasil, maka semuanya juga harus berhasil.
Bahkan, Bung Hatta itu sempat menyampaikan bahwa ketika koperasi itu berjalan dengan baik, maka kehidupan masyarakatnya juga akan baik, tapi ketika koperasi itu hancur, maka kehidupan masyarakatnya juga akan hancur.












