“Total yang kita bayarkan itu 178 ribu orang dan harus diselesaikan dalam waktu sembilan hari. Rata-rata dalam sehari sekitar 20 ribu orang yang harus kita bayarkan,” jelasnya.
Disampaikan Dino, penyaluran tahap kedua ini memang sengaja dipercepat lantaran memang dari Kemensos mengharapkan daya serapnya tinggi. Mulai bulan April, Mei dan Juni.
“Karena Kemensos lambat menyerahkan datanya ke kami, maka dipercepat agar target pemrintah terserap sampai akhir Juni. Tahap dua ini kami batasi sampai minggu besok. Karena setelah itu masuk ke tahap tiga. Sehingga genap nanti tahap satu sampai tiga bisa selesai di bulan Juni,” jelasnya.
Ditanya abaikan protokol kesehatan, pihaknya mencoba terus memperbaiki. Dino msngucapkan terimakasih lantaran sudah diingatkan. “Ada air yang belum terisi, ini menjadi bahan instropeksi kami. Kemudian tenda, sebenarnya hari ini ada tambahan tenda 2 lagi, tapi belum sampai juga,” ungkapnya.
Pihak pun mengaku sudah mengatur jam penyaluran BST tiap wilayah. Meski demikian, Dino tidak bisa menghambat orang yang sudah terlanjur datang sebelum jam pengambilan.
“Tapi yang namanya orang, jika tidak sesuai jamnya sudah datang, kita suruh pulang. Dia bilang sudah terlanjur disini. Tapi efeknya jadi terlihat berkerumun. Ini menjadi salah satu kesulitan bagi kami. Kita pingin tegas menerapkan protokol kesehatan, tapi sisi lain mereka sudah terlanjur datang lebih awal,” ujarnya.
Dibeberkan Dino, ada 120 petugas yang telah disebar di 15 lokasi di Surabaya untuk memecah kerumunan. Mulai juru bayar hingga tenaga keamanan sudah disiapkan.












