Surabaya. Cakrawalanews.co – Penerapan protokol kesehatan saat penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial di Kantor Pos Besar Kebon Rojo Surabaya amburadul. Disamping abaikan physical distancing, bilik disinfektan pun hanya menjadi pajangan belaka.
Dari pantauan dilapangan, warga Banyu Urip, Kecamatan Sawahan mengantre sejak pagi. Baik orang usia lanjut, dewasa hingga anak-anak ikut diajak berdesakan. Meski mayoritas menggunakan masker, namun tidak ada jarak diantara warga.
“Takut (tertular Covid-19) sih, tapi gimana lagi harus antre mengambil bantuan,” ujar Wahyu warga Banyu Urip saat mengantre, Jumat (12/6).
Dalam kerumunan itu, tiba-tiba muncul Anggota DPRD Jatim Dapil Surabaya, Ir Armuji. Dengan membawa tongkat komando, ia langsung meminta warga untuk menjaga jarak. “Ayo ibu-ibu, bapak-bapak tolong berjarak kalau antre. Jangan bergerombol gini,” pinta Cak Ji, sapaan akrabnya.
Mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini mendesak Kepala Kantor Pos Besar Kebon Rojo agar melakukan evaluasi dan perbaikan, sebelum muncul klaster baru penyaluran BST di kantor pos.
Pembagian BST ini menjadi perhatian serius Cak Ji. Pasalnya, ia banyak mendapat laporan yang masuk tentang kerumunan saat pencairan BST.













