AdvertorialDPRD Surabaya

124 Titik Banjir Masih Jadi PR Surabaya, DPRD Minta Penanganan Dipercepat

×

124 Titik Banjir Masih Jadi PR Surabaya, DPRD Minta Penanganan Dipercepat

Sebarkan artikel ini
M Eri Irawan Ketua Komisi C DPRD Surabaya.
M Eri Irawan Ketua Komisi C DPRD Surabaya.

Surabaya, CakrawalaNews.co – Penanganan banjir di Surabaya masih menyisakan pekerjaan rumah. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan penyelesaian 46 titik genangan sepanjang 2026. Namun, masih terdapat sekitar 124 titik genangan yang menjadi sasaran penanganan pada 2027.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan meminta upaya penanganan tersebut terus dipercepat, terutama menjelang puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Menurutnya, percepatan pekerjaan saluran drainase dan optimalisasi infrastruktur pengendali banjir perlu dilakukan agar dampak genangan dapat ditekan.

Eri mengatakan, Komisi C telah menggelar rapat bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk memetakan progres serta target penuntasan titik banjir di Surabaya.

“Ya, terakhir kami minggu lalu sudah rapat dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, kita memetakan target penuntasan banjir. Tahun ini kan kita targetkan 46 titik banjir selesai, tetapi memang masih ada sekitar 124 titik genangan yang akan kita selesaikan pada tahun depan. Jadi tahun ini selesai 46 dan tahun depan akan dilanjutkan lagi,” kata Eri.

Menurut dia, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan membangun saluran baru.

Konektivitas antara saluran lingkungan di perkampungan dan saluran utama perkotaan juga harus diperkuat agar aliran air dapat berjalan lebih efektif.

Sepanjang 2026, pembangunan saluran drainase telah mencapai lebih dari 51 kilometer.

Infrastruktur tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan saluran di kawasan permukiman dengan jaringan drainase perkotaan.

“Nah, kita sudah mengecek juga, tahun ini ada pembangunan saluran itu di lebih dari 51 kilometer panjangnya. Nah, ini untuk mengintegrasikan antara saluran lingkungan di perkampungan dengan saluran di perkotaan,” ujarnya.

Selain pembangunan saluran, normalisasi drainase juga terus dilakukan.

Hingga awal Oktober 2026, sebanyak 964 titik saluran primer, sekunder, dan tersier telah dinormalisasi. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 1.000 titik hingga Desember mendatang.

Eri berharap, pekerjaan tersebut berdampak langsung pada berkurangnya luas genangan sekaligus mempercepat surutnya air ketika hujan turun.

Normalisasi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, termasuk di kawasan Kali Jagir, mulai Wonokromo hingga Wonorejo.

“Ya, kita targetkan memang dari sisi lama surutnya genangan itu dan luas banjir semakin berkurang, termasuk dengan normalisasi tadi, dengan ada 964, tapi nanti ini masih terus berlangsung, sekarang di beberapa titik masih berlangsung, targetnya nanti sampai Desember ini 1.000 titik dinormalisasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga menyiapkan lima rumah pompa baru yang ditargetkan rampung pada Desember 2026. Sejumlah titik, termasuk Nginden dan Jemursari, diharapkan dapat memperkuat pengendalian genangan di wilayah Surabaya bagian selatan dan timur.

Komisi C juga mendorong optimalisasi bozem dan penambahan tampungan air, termasuk Bosem Tanjungsari. Infrastruktur penampung air tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban saluran drainase, terutama ketika curah hujan tinggi.

“Karena sekuat apa pun kita membangun saluran drainase ini, kita tidak akan cukup mampu untuk berkejaran dengan cuaca ekstrem dan curah hujan yang sangat tinggi,” kata Eri.

Menjelang musim hujan, Eri turut meminta percepatan pekerjaan saluran di lingkungan permukiman. Ia menyebut masih ada pekerjaan yang terkendala keterlambatan pasokan material untuk pembangunan penyeberangan saluran.

Persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan bagian pengadaan agar pemasok segera memenuhi kebutuhan material.

“Kita berharap, ini kan prediksi BMKG nanti puncak musim hujan akan berlangsung mulai bulan Desember, Januari, Februari. Masih ada waktu satu bulan kita melakukan upaya optimasi,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *