Sosialisasi akan dibagi berdasarkan wilayah Surabaya Barat, Timur, Selatan, dan Utara.
“Terkait pencegahan narkoba ini, kami akan meneruskan sosialisasi secara lebih merata per wilayah seperti Surabaya Barat, Timur, Selatan, dan Utara. Setiap wilayah mencakup 5 sampai 7 kecamatan, sehingga daya serap peserta dan imbasnya bisa jauh lebih besar,” ujar Muhaimin.
Menurutnya, pembagian wilayah membuat penyuluhan lebih terarah dan menjangkau lapisan masyarakat secara luas.
“Kalau penanganannya dilakukan terstruktur dari wilayah turun ke kecamatan hingga kelurahan, pesan edukasi ini benar-benar bisa meresap ke semua lapisan masyarakat,” tambahnya.
MUI juga menyiapkan strategi khusus menjelang Ramadan.
Organisasi tersebut berencana menggandeng Wali Kota Surabaya, BNN Kota Surabaya, dan Polrestabes Surabaya untuk menggerakkan para mubalig dan khatib.
Para penceramah nantinya akan dibekali materi khusus tentang pencegahan narkoba.
Pesan tersebut akan disampaikan melalui ceramah maupun kuliah tujuh menit (kultum) salat tarawih di masjid dan musala.
“Ramadan adalah momen tertinggi untuk mencegah kemungkaran. Karena itu, para penceramah dan imam tarawih nanti tidak hanya menyampaikan fadhilah Ramadan, tetapi wajib menyisipkan materi pencegahan narkoba. Dengan begitu, ratusan ribu jemaah di seluruh masjid dan musala Surabaya bisa mendapatkan edukasi secara serentak dan sistematis,” pungkasnya. (*)











