Surabaya, CakrawalaNews.co – Nama Kolonel Sungkono kembali hadir di tengah hiruk-pikuk Kota Pahlawan.
Bukan dalam halaman buku sejarah, melainkan melalui teatrikal Parade Surabaya Juang 2026 yang diperankan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Dalam kisahnya mengajak masyarakat menengok kembali sosok di balik perjuangan mempertahankan Surabaya.
Dalam parade yang mengusung Kisah Soegiarto yang merupakan pemain Persebaya di era 1930an yang juga turut berjuang mempertahankan kemerdekaan, menjadi salah satu cerita utama.
Penggambaran dari tokoh yang diperankan oleh Eri Cahyadi ini menjadi cara untuk mendekatkan kembali kisah perjuangan kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Lantas, siapa sebenarnya Kolonel Sungkono?
Sungkono merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan Surabaya pada 1945.
Ia lahir di Purbalingga pada 11 Januari 1911 dan kemudian tumbuh menjadi seorang perwira yang memiliki peran penting dalam pertahanan Kota Surabaya.
Namanya mulai menonjol setelah pada 4 September 1945 ia terpilih sebagai Komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Kota Surabaya.
Dari posisi tersebut, Sungkono bertanggung jawab terhadap pertahanan dan keamanan kota yang saat itu berada dalam situasi penuh ketegangan setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Di tengah suasana revolusi, ia tidak berdiri sendiri. Pertahanan Surabaya melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemuda, rakyat, polisi hingga kelompok-kelompok perjuangan.











