DPRD Surabaya

APBD Surabaya di Tengah Ruang Fiskal Sempit, Aning Rahmawati Terima Keluhan Warga

×

APBD Surabaya di Tengah Ruang Fiskal Sempit, Aning Rahmawati Terima Keluhan Warga

Sebarkan artikel ini
Aning
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati saat Reses.

Dalam reses bersama Kader Surabaya Hebat (KSH), Aning juga menerima aspirasi terkait sarana dan prasarana pendukung kesehatan.

Salah satunya kebutuhan alat ukur tekanan darah atau tensi yang dapat digunakan KSH ketika melakukan pelayanan secara langsung dari rumah ke rumah.

Menurutnya, posisi KSH sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat membutuhkan dukungan sarana yang memadai agar deteksi awal kondisi kesehatan warga dapat dilakukan dengan cepat.

Persoalan pembangunan infrastruktur juga turut menjadi sorotan.

Aning mengatakan warga tidak hanya meminta Pemkot Surabaya membangun infrastruktur baru, tetapi juga memastikan infrastruktur yang sudah ada dirawat dan berfungsi optimal.

Salah satu yang banyak dikeluhkan adalah persoalan saluran air dan sedimentasi yang dinilai berkontribusi terhadap genangan di sejumlah wilayah.

Hal ini sejalan dengan persoalan sarana-prasarana penanganan banjir yang sebelumnya juga menjadi perhatian Aning.

Ia pernah menyoroti kebutuhan satgas, sarana normalisasi saluran, serta kepastian anggaran pemeliharaan drainase secara berkelanjutan.

Di sisi lain, kebutuhan bak sampah dan gerobak sampah juga muncul dalam aspirasi warga.

Aning menilai kebutuhan tersebut tidak boleh tersisih hanya karena pemerintah lebih banyak berfokus pada pembangunan fisik.

Permintaan pembangunan balai RT dan balai RW juga masih mewarnai reses.

Bagi Aning, keberadaan balai tersebut bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi bagian dari pelayanan publik di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Persoalan rumah tidak layak huni atau Rutilahu juga masih menjadi aspirasi yang banyak disampaikan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *