Artinya, sebagian besar belanja infrastruktur diarahkan pada kebutuhan fisik yang langsung berkaitan dengan aktivitas dan pelayanan warga.
Besarnya porsi tersebut juga sejalan dengan tema pembangunan Surabaya 2027, yakni “Akselerasi Pemerataan Infrastruktur Perkotaan dan Infrastruktur Ekonomi Strategis yang Berwawasan Lingkungan.”
Eri menegaskan RAPBD 2027 harus disusun berdasarkan skala prioritas.
Keterbatasan anggaran membuat pemerintah dan DPRD perlu menentukan kebutuhan yang didahulukan agar belanja tidak tersebar tanpa ukuran dampak yang jelas.
“APBD harus bisa menjadi motor ekonomi,” kata Eri dalam penyampaian nota keuangan.
Dengan alokasi Rp6.226.758.038.745, infrastruktur menjadi salah satu tumpuan utama RAPBD Surabaya 2027.













