DPRD Surabaya

DPRD Surabaya Dorong Budaya Sadar Bencana Dimulai dari RT/RW di Tengah Isu Sesar

×

DPRD Surabaya Dorong Budaya Sadar Bencana Dimulai dari RT/RW di Tengah Isu Sesar

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni

Pemkot sebelumnya memang telah berkoordinasi dengan pengelola mal terkait pagar yang terlalu tinggi, termasuk dengan pertimbangan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Langkah Pak Wali Kota meminta ketinggian pagar mall diturunkan itu sudah sangat tepat. Ini bukan semata soal pagar, tetapi bagaimana memastikan ruang keselamatan tetap tersedia ketika terjadi kondisi darurat,” kata politisi Golkar tersebut.

Menurut Toni, pagar besi yang terlalu tinggi dan berada di sisi jalan dapat mengurangi ruang gerak masyarakat ketika keadaan darurat.

Karena itu, kesiapsiagaan perlu melihat lingkungan secara menyeluruh, bukan hanya bangunan utama.

Pagar, akses keluar-masuk, hingga jalur evakuasi di kawasan publik harus dipastikan tidak berubah menjadi hambatan ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk menyelamatkan diri.

Pada akhirnya, Toni melihat kesiapsiagaan kota tidak hanya ditentukan oleh alat pemantau, kebijakan pemerintah, atau kondisi fisik bangunan.

Budaya sadar bencana harus tumbuh dari lingkungan tempat warga beraktivitas setiap hari.

Dari tingkat RT/RW, warga dapat dibiasakan mengenali risiko, mengetahui jalur evakuasi, memahami titik aman, dan saling mengingatkan mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana.

Dengan begitu, pembahasan mengenai Sesar Surabaya dan Sesar Waru tidak berhenti sebagai informasi mengenai ancaman, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan mitigasi di tingkat masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *