Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi membutuhkan keluarga yang kuat.
“PKK menjadi pembelajaran bagi kami tentang bagaimana mendedikasikan apa yang kita punya untuk warga Kota Surabaya. Jangan pernah menyerah, jangan pernah lelah. Saya yakin pengabdian dan kebaikan yang terus dilakukan PKK untuk mendampingi dan berbuat baik kepada masyarakat menjadi amal yang sangat berarti,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengatakan berbagai lomba dalam rangka HKG PKK ke-54 dirancang agar kebiasaan baik yang diperkenalkan selama kegiatan dapat berlanjut di masyarakat.
“Harapan kami, output dari lomba-lomba ini adalah bagaimana kebiasaan baik itu menjadi habit di masyarakat. Misalnya membuang dan memilah sampah, mengolah sampah organik, serta memanfaatkan pekarangan,” ujar Bunda Rini.
Pendampingan juga tetap dilakukan setelah kegiatan perlombaan berakhir.
Salah satunya menyasar anak yang mengalami kondisi 2T, yakni dua kali penimbangan tetapi tidak mengalami kenaikan berat badan.
“Ini tidak hanya sekadar lomba selesai, tetapi ada pendampingan-pendampingan yang dilakukan. Anak-anak yang 2T juga kami dampingi sampai benar-benar menunjukkan perkembangan,” katanya.
Hingga 2026, program TP PKK Surabaya telah menjangkau ribuan warga.
Melalui program Kemangi, misalnya, sebanyak 1.621 remaja dan 1.621 orang tua remaja telah mendapat pendampingan terkait psikologi dan kesehatan remaja, bahaya Napza, hingga komunikasi orang tua dan anak.
Program SOTH telah mendampingi 15.358 orang tua balita untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Sementara Selantang telah menjangkau 3.949 lansia agar tetap aktif, produktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Di bidang pangan dan lingkungan, TP PKK Surabaya mendampingi 153 RW dalam pemanfaatan pekarangan dan kemandirian pangan keluarga.













