Cakrawala Surabaya

Peringati HKG ke-54, Program PKK Surabaya Sudah Dampingi Ribuan Warga

×

Peringati HKG ke-54, Program PKK Surabaya Sudah Dampingi Ribuan Warga

Sebarkan artikel ini
Hari Kesatuan Gerak PKK (11)
Hari Kesatuan Gerak PKK Surabaya ke-54. (Diskominfo Surabaya)

Surabaya, CakrawalaNews.co – Kerja kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Surabaya tidak berhenti pada kegiatan organisasi atau perlombaan.

Di lapangan, kader ikut mendampingi keluarga, anak, remaja, lansia hingga program lingkungan yang menyentuh kehidupan warga sehari-hari.

Peran tersebut menjadi perhatian dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Apresiasi Lomba Bersama Wujudkan Surabaya Emas Jilid V Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Tahun 2026 di Graha Unesa, Rabu, 23 September 2026.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan keberadaan kader PKK selama ini turut mendukung berbagai program pemerintah yang langsung menyasar masyarakat.

“PKK ini terus turun ke masyarakat. Ada Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Sekolah Keluarga, Kelas Remaja dan Orang Tua Tangguh, Kreatif dan Mandiri (Kemangi), Sekolah Lanjut Usia Tangguh (Selantang), dan macam-macam. Ketika ada Kampung Pancasila di setiap RW, itu juga tidak lepas dari peran PKK,” kata Wali Kota Eri.

Menurut Eri, penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat.

Keluarga disebut sebagai lingkungan sosial terkecil yang berpengaruh terhadap kondisi masyarakat secara lebih luas.

“Saya yakin kalau keluarga sebagai yang terkecil bisa bahagia, maka Kota Surabaya bisa bahagia. Pilar utama kita adalah keluarga dan PKK memiliki peran besar di dalamnya,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Pemkot Surabaya bersama TP PKK Kota Surabaya juga memberikan penghargaan Adhi Bhakti Utama kepada kader yang telah mengabdi selama 25 tahun tanpa putus.

Eri menyebut terdapat kader yang telah mengabdikan diri selama 25 tahun, 31 tahun, hingga 40 tahun. Sebagian di antaranya bahkan masih aktif meski telah memasuki usia lanjut.

“Pengabdian seperti ini tidak ternilai. Apa yang sudah dilakukan dan didampingi selama puluhan tahun tidak bisa diukur hanya dengan sebuah penghargaan. Ini menunjukkan bahwa sejatinya pengabdian tidak mengenal batas waktu dan tempat,” ungkapnya.

Ia menilai dedikasi tersebut juga menjadi pembelajaran bagi pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *