Karena itu, masyarakat juga diminta ikut membantu menemukan anak usia 5-6 tahun yang belum bersekolah.
“Silakan dilaporkan kepada kami kalau ada anak yang belum sekolah. Bisa anak sendiri, tetangga, maupun saudara. Kami akan mencari solusi agar mereka tetap bisa mendapatkan pendidikan satu tahun sebelum masuk SD,” katanya.
Upaya tersebut juga mencakup anak berkebutuhan khusus.
Bagi anak yang memiliki keterbatasan dalam mengikuti pembelajaran formal, layanan pendidikan akan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Rini menyebut Rumah Anak Prestasi (RAP) dapat menjadi salah satu ruang pengembangan bagi anak berkebutuhan khusus.
Pembelajaran dapat diarahkan pada keterampilan agar anak tetap memiliki kesempatan belajar sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Harapannya, seluruh anak bisa bersekolah dan tidak ada lagi anak yang tercatat belum mendapatkan pendidikan di Kota Surabaya. Saya berharap 100 persen anak sudah bersekolah, dengan tetap memberikan pendampingan dan layanan yang sesuai bagi anak-anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya,” pungkasnya. (*)













