Menurutnya, anak yang belum bersekolah tidak selalu menghadapi persoalan yang sama.
Sebagian terkendala ekonomi, ada pula anak berkebutuhan khusus, sementara lainnya belum terdata karena perubahan administrasi kependudukan setelah berpindah kartu keluarga (KK).
“Kalau memang masalahnya keuangan atau ekonomi, kami bisa bekerja sama untuk mencari solusi. Kalau masuk dalam kategori warga miskin, ada bantuan pendidikan untuk anak-anak PAUD yang bisa diberikan melalui beasiswa Pemkot. Kalau tidak memungkinkan melalui APBD, bisa juga melalui CSR,” jelasnya.
Rini juga menyebut gerakan Kampung Pancasila dapat menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk ikut menemukan dan membantu anak yang belum memperoleh akses pendidikan.
“Tidak sedikit yang ternyata sudah sekolah karena bantuan dari Kampung Pancasila. Ketika warga mengetahui ada anak usia 5–6 tahun yang belum sekolah, mereka ikut peduli dan membantu agar anak tersebut bisa masuk sekolah,” ujarnya.
Menurut Rini, pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak sekadar mengisi waktu anak sebelum masuk SD.
“Anggapan itu salah. Pendidikan usia dini merupakan bagian dari pembentukan karakter. Ketika masuk SD, anak sudah lebih siap secara mental dan psikologis. Banyak hal yang perlu dipersiapkan sejak dini,” tuturnya.













