Menurutnya, waktu pelaksanaan terus berjalan sehingga berbagai aspek penyelenggaraan harus mulai dipersiapkan sejak dini agar Surabaya benar-benar siap menyambut ribuan atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Mas Toni menilai Porprov selain ajang perebutan medali, Proprov juga memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, suporter, dan tamu diyakini akan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM, hingga destinasi wisata di Kota Pahlawan.
“Porprov ini bukan sekadar pertandingan olahraga. Ini momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Hotel akan terisi, restoran ramai, UMKM mendapat peluang berjualan, transportasi bergerak, dan sektor pariwisata ikut merasakan dampaknya. Karena itu, persiapannya harus benar-benar matang agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” katanya.
Menurutnya, persiapan tidak boleh hanya difokuskan pada kesiapan venue dan prestasi atlet. Pemerintah Kota Surabaya juga perlu mulai menyusun konsep penyelenggaraan yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi peserta maupun pengunjung.
Karena itu, Mas Toni mendorong penyelenggaraan Porprov 2027 dikemas dengan konsep sportainment yang memadukan olahraga, hiburan, seni, dan teknologi.













