Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Mangrove Throne, permainan berbasis geolocation yang mengajak anak-anak belajar tentang ekosistem mangrove melalui aktivitas luar ruang.
“Jadi, adik-adik daripada di rumah, kita ajak bermain. Plus, dia harus belajar banyak hal terkait mangrove, sehingga proses belajarnya menjadi lebih menyenangkan,” ujarnya.
Selain itu, BRIDA juga memperkenalkan teknologi energi baru terbarukan berupa mesin pirolisis, generator listrik tenaga angin, dan panel surya.
Menurut Agus, teknologi tersebut bukan ditujukan untuk produksi energi, melainkan sebagai media edukasi agar pengunjung memahami pemanfaatan energi bersih.
“Semuanya konteksnya bukan untuk produksi, tetapi sebagai sarana edukasi. Jadi, anak-anak yang datang ke mangrove tidak hanya belajar tentang ekosistemnya, tetapi juga mengenal energi baru terbarukan,” jelasnya.













