“Nantinya sebanyak 819 (lokasi parkir), kami akan running, kami akan push sampai dengan hari Sabtu. Kalaupun nanti Sabtu belum (selesai), maka akan kami lanjutkan Senin, kami targetkan selesai,” ungkap Trio.
Trio menegaskan, kebijakan pemasangan foto jukir tersebut juga menjadi upaya mencegah penyalahgunaan atribut petugas parkir oleh pihak yang tidak berwenang. “Salah satunya itu. Jadi hal ini (untuk) mencegah. Saya sampaikan di awal bahwa ini adalah salah satu bentuk transparansi,” katanya.
Karena itu, Trio meminta masyarakat tidak ragu menolak membayar parkir apabila identitas petugas atau jukir di lapangan tidak sesuai dengan foto yang terpasang pada rambu. “Kalau fotonya tidak sesuai atau tidak sama dengan petugas parkirnya, silakan saya wajibkan warga kota untuk menolak,” jelasnya.
Di sisi lain, Trio juga mengajak masyarakat untuk mendukung digitalisasi parkir dengan beralih ke metode pembayaran non-tunai. Sebab, keberhasilan program digitalisasi parkir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat.
“Kami sekali lagi mohon bantuan warga Kota Surabaya. Dukunglah digitalisasi parkir, karena sebaik apapun program digitalisasi parkir kalau tidak didukung warga kota yaitu tetap membayar tunai, maka program ini akan tertatih-tatih,” pungkasnya.












