Cakrawala NasionalCakrawala SurabayaHeadlineIndeks

Tinjau UDD PMI Surabaya Menko PMK dan Mensos Dapati Kelangkaan Kantong Plasma dan Minimnya Alat

×

Tinjau UDD PMI Surabaya Menko PMK dan Mensos Dapati Kelangkaan Kantong Plasma dan Minimnya Alat

Sebarkan artikel ini
Menko PMK Muhadjir didampingi wali kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat meninjau proses donor konvalesen diPMI Kota Surabaya
Menko PMK Muhadjir didampingi wali kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat meninjau proses donor konvalesen di PMI Kota Surabaya

Surabaya, cakrawalanews.co – Para penyintas di Kota Surabaya begitu antusias menjadi pendonor plasma konvalesen untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19. Namun, tingginya jumlah pendonor di Kota Pahlawan ini tanpa diimbangi dengan jumlah ketersediaan alat dan kantong plasma.

Oleh sebab itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau langsung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya, Selasa (16/2). Tinjauan ini dilakukan untuk melihat langsung proses donor plasma konvalesen serta kendala yang ada untuk segera diatasi.

Menko PMK, Muhajir Effendy menyatakan, berdasarkan hasil tinjauan serta laporan dari PMI Surabaya, memang terjadi kelangkaan terkait ketersediaan kantong plasma di Kota Pahlawan. Karenanya, ia memastikan segera berkomunikasi dengan instansi terkait.

“Ada masalah kelangkaan kantong, saya berharap nanti segera berkomunikasi dengan Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk pengadaannya bisa lebih baik sehingga tidak terjadi keterlambatan,” kata Menko PMK di sela tinjauannya itu.

Menko PMK Muhadjir didampingi wali kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat meninjau proses donor konvalesen diPMI Kota Surabaya
Menko PMK Muhadjir didampingi wali kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat meninjau proses donor konvalesen di PMI Kota Surabaya

Berita  Lainnya :

Selain itu, ia juga mengakui bahwa ketersediaan alat donor plasma konvalesen juga masih kurang, bahkan belum merata. Menko PMK menyebut, di awal sebagian besar pendistribusian alat masih menyasar ke kota-kota besar seperti Surabaya dan DKI Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *