Cakrawala Surabaya

Anggaran Pendidikan Besar, Wakil Ketua DPRD Pertanyakan Lambannya Perbaikan Sekolah di Surabaya

×

Anggaran Pendidikan Besar, Wakil Ketua DPRD Pertanyakan Lambannya Perbaikan Sekolah di Surabaya

Sebarkan artikel ini
DPRD
Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifa'i.

Surabaya, CakrawalaNews.co – Kondisi sarana dan prasarana SD Negeri Semolowaru Surabaya yang sempat viral di media sosial Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang masih memprihatinkan mendapat sorotan DPRD Kota Surabaya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifa’i, menilai persoalan tersebut menjadi cermin belum optimalnya koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) dalam merespons kebutuhan sekolah.

Sorotan itu muncul setelah Wali Kota Surabaya melakukan tinjauan langsung ke sekolah tersebut dan menemukan sejumlah fasilitas yang dinilai belum layak.

Bahtiyar menyebut, kebutuhan perbaikan sebenarnya telah disampaikan sejak Maret 2026.

Namun hingga memasuki September bahkan Oktober, tindak lanjut perbaikan belum juga terlihat.

“Di Semolowaru ditemukan bahwa ada fasilitas sarana yang kurang dari sekolah ini kan menjadi potret buruk koordinasi antara OPD terkait dengan masukan-masukan yang ada,” kata Bahtiyar pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia mempertanyakan mengapa laporan kebutuhan sekolah yang sudah disampaikan berbulan-bulan tidak segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya bisa dicegah apabila seluruh kebutuhan sekolah di Surabaya dipetakan secara menyeluruh.

“Contoh itu kan disampaikan bahwa Maret tahun 2026 telah diajukan terkait dengan urusan perbaikan. Tetapi sampai dengan September atau Oktober 2026 ini tidak ada tindak lanjut,” tegasnya.

Bahtiyar mendorong Dinas Pendidikan Surabaya melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh sekolah negeri.

Ia menyebut jumlah sekolah yang perlu dipetakan sebenarnya masih sangat memungkinkan untuk ditangani secara cepat.

“Saya berharap dari 284 SD Negeri Surabaya ini dilakukan koordinasi oleh Dinas Pendidikan. Apa sih kekurangannya nanti dihitung? Kalau dihitung kan tidak sampai 400 sekolah,” ujarnya.

Menurut Politisi Gerindra ini, tidak semua sekolah membutuhkan intervensi dengan skala anggaran yang sama.

Ada sekolah yang kondisinya sudah baik, sementara sekolah lainnya membutuhkan penanganan tertentu, mulai dari ruang kelas hingga meja dan kursi siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *