Surabaya, Cakrawalanews.co | Kota Surabaya resmi terpilih menjadi salah satu pilot project dalam uji coba aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital. Pelaksanaan uji coba ini bertempat di Kelurahan Pakis, Jalan Dukuh Kupang Timur XX Nomor 791, pada Jumat (12/6/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari reformasi pelayanan publik untuk memangkas rantai birokrasi, menghilangkan subjektivitas, serta memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran ke masyarakat yang benar-benar berhak.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemenkes), Robben Rico, menjelaskan bahwa uji coba di Surabaya ini merupakan kelanjutan dari piloting pertama yang sukses digelar di Banyuwangi. Secara total, ada 42 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi uji coba transisi digitalisasi ini.
Robben menyoroti keunggulan utama dari aplikasi Perlinsos digital ini, yang kini telah didukung oleh teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sistem baru ini mampu mempercepat proses penentuan kelayakan penerima bansos secara drastis.
“Kalau proses manual yang lama, rantai birokrasinya sangat panjang. Harus diusulkan berjenjang dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, ditetapkan Kepala Daerah, baru dikirim ke Kemensos dan diproses bersama BPS. Itu memakan waktu sampai 3 bulan,” ujar Robben Rico.
Menurutnya, dengan sistem digital berbasis AI, bisa memangkas waktu pendaftaran yang biasanya dilakukan berbulan-bulan.
“Kemudian untuk menganalisis dan memutuskan apakah seseorang layak atau tidak menerima bantuan, sistem hanya butuh waktu 15 hingga 45 menit. Ini memangkas birokrasi dan tata kelola secara luar biasa,” ujarnya.












