Cakrawala JatimCakrawala NewsCakrawala SurabayaHeadline

Kota Surabaya Jadi Pilot Project Aplikasi Perlinsos Digital, Pangkas Waktu Verifikasi Bansos Jadi 15 Menit  

×

Kota Surabaya Jadi Pilot Project Aplikasi Perlinsos Digital, Pangkas Waktu Verifikasi Bansos Jadi 15 Menit  

Sebarkan artikel ini
Surabaya Jadi Pilot Project Perlinsos Digital untuk Percepat Verifikasi Penerima Bansos
Surabaya Jadi Pilot Project Perlinsos Digital untuk Percepat Verifikasi Penerima Bansos

“Dengan integrasi ini, verifikasi data warga menjadi jauh lebih cepat. Jika hanya daftar saja 1-2 menit selesai. Waktu 15 hingga 45 menit itu pun sudah termasuk jika ada proses sanggah dari warga. Kami berharap melalui uji coba ini, literasi digital masyarakat juga ikut meningkat,” terangnya Fifi.

Dalam hal ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya telah menyiapkan lebih dari 12.000 agen yang dilatih khusus untuk mendampingi warga dalam mengakses sistem baru berbasis kecerdasan buatan ini.

Kepala Dinsos Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, mengungkapkan bahwa Pahlawan menjadi salah satu daerah piloting perluasan yang ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat. Sebelum menyasar Kelurahan Pakis, uji coba awal dan Bimbingan Teknis (Bimtek) telah sukses dilaksanakan di Kelurahan Ketabang dan Kelurahan Genteng, dan kini mulai dikembangkan ke wilayah Kecamatan Sawahan.

“Aplikasi ini terus kita uji setiap hari. Melalui kolaborasi ini, warga bisa mendaftar secara mandiri bagi yang sudah memiliki ponsel yang sesuai. Bagi yang tidak memiliki perangkat, di sinilah peran agen yang kami siapkan untuk membantu masyarakat di lapangan,” ujar Antiek saat mendampingi kunjungan jurnalis Program Digitalisasi Perlinsos di Kelurahan Pakis.

Antiek menjelaskan, keunggulan utama dari integrasi data nasional ini adalah kemampuannya dalam memverifikasi kelayakan secara instan dan objektif, menggantikan metode survei manual yang memakan waktu lama. Sistem Perlinsos digital ini langsung terkoneksi dengan berbagai basis data penting, mulai dari Data Sasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)/Desil, Korlantas Polri, Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga data PLN.

Hingga saat ini, Dinsos Surabaya mencatat baru sekitar 300 hingga 400 data warga yang masuk dalam sistem uji coba ini. Proses input data terus dievaluasi setiap hari bersama kementerian terkait untuk memetakan kendala teknis pada aplikasi sebelum diluncurkan secara massal.

“Basis utama untuk mengakses aplikasi Perlinsos Digital ini adalah Identitas Kependudukan Digital (IKD). Oleh karena itu, para agen di lapangan memiliki tugas ganda, yaitu membantu warga mengaktivasi IKD sekaligus mendaftarkan mereka ke dalam sistem Perlinsos,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *